1988-1996 The 'Dream Team' Piala Eropa Pertama Barca
Dimulai pada tahun 1988, dengan
Cruyff sebagai manajer, Barca kembali dihubungkan dengan sepak bola indah yang
menghibur dan berprestasi di bidang olahraga. Dewan direksi yang dipimpin oleh
Nuñez memfokuskan pekerjaannya pada pembangunan sebuah tim sepak bola yang akan
mampu mengangkat rasa antusiasme dan tampi dengan baik. Stadion Nou Camp mulai
dipenuhi pendukung lagi.
FC Barcelona berhasil mempertahan
Gelar Liga Spanyol selama empat tahun
berturut-turut yaitu pada medio antara 1990 dan 1994. Memenangkan Piala Eropa
pada tahun 1992 adalah puncak keberhasilan pada periode ini, yang ditandai
dengan permainan tim yang mengandalkan satu dua sentuhan, gaya menyerang dan
mentalitas juara Cruyff. Dikenal sebagai 'Dream Team' sepak bola Eropa, para
pemain yang tidak akan terlupakan tersebut telah ikut dalam mengukir sejarah
klub, mereka adalah Zubizarreta, Bakero, Begiristain, Laudrup, Koeman,
Stoichkov, Romario, Eusebio, Nadal, Guardiola, Amor, Juan Carlos, Ferrer,
Nando, Julio Salinas, Serna, Alexanko dan Goikoetxea. Dipimpin oleh duet
Cruyff-Rexach, tim tersebut yang memutus rantai kegagalan di masa lalu, dan
menjadikan Barca menjadi salah satu nama terbesar di dunia sepakbola.
1988. Kembalinya Johan Cruyff, Model Manajemen Baru
"Aku tahu klub dan saya tidak
ingin sejarah terulang dengan sendirinya. Jika kita ingin semuanya berubah,
kita harus mengubah sejarah ". Kata-kata ini diaplikasikan pada era Cruyff
di dalam gerakan yang nyata, ditandai dengan perubahan filsafat. Taktik tim
telah dimodifikasi untuk dapat dimasuki gaya "total football" yang
dipopulerkan oleh pelatih Belanda Rinus Michels. Manajemen tim juga berubah,
menjadi manajer penanggung jawab eksklusif.
Dengan Cruyff, Barca merasakan era
keemasannya. Track record Cruyff antara lain satu Piala Eropa, empat gelar Liga
Spanyol, satu Piala Winners, satu Piala Spanyol dan empat Piala Super Spanyol.
Dia juga yang mengambil inisiatif untuk memperkenalkan "rondos"
(pemain membentuk lingkaran untuk kemudian mengoper bola satu sama lain,
sementara satu orang di tengah mencoba untuk menangkapnya) di dalam sesi
latihan tim.
1989. Baru Barca dan Piala Winners Ketiga 'di Berne
Berne, Swiss, persiapan laga yang
kurang maksimal di final Piala Eropa pada tahun 1961, dan terlihat dengan banyaknya
peristiwa yang menguntungkan pada kesempatan tersebut.
Pada tanggal 10 Mei 1989, gol dari
Salinas dan López Rekarte mengantarkan FC Barcelona kepada kemenangan dengan sekor 2-0 melawan UC.
Sampdoria Genoa. Lebih dari 25.000 pendukung melakukan perjalanan ke Swiss
untuk mendukung tim. Barca Baru racikan Cruyff berhasil membawa pulang Piala
Winners yang ketiga bagi klub.
Setelah bertahun-tahun dalam
kekecewaan, akhirnya penggemar kembali lagi ke Canaletes dan Plaça Sant Jaume
untuk merayakan kemenangan.
1989. Perpisahan Migueli
Musim 1989-90 diawali dengan
kepergian penuh emosional dari 'Migueli', Miguel Bernardo Bianquetti. Pemain yang
memiliki tempat istimewa dalam sejarah klub, menjadi pemain kedua terbanyak di
dalam mengenakan seragam Barca dengan total laga sebanyak (553), hanya dapat
dilampaui oleh Xavi. Dia juga salah satu bek tengah terbaik untuk pernah
bermain untuk FC Barcelona.
Pada tanggal 5 September 1989,
'Migueli' mengenakan warna Barca untuk terakhir kalinya dalam sebuah
pertandingan ketika Barca mengalahkan tim nasional sepak bola Bulgaria. Migueli telah bermain untuk FC
Barcelona selama enam belas musim, bersama tokoh-tokoh legendaris lainnya
seperti Cruyff dan Rexach.
1990-1994. The 'Dream Team' Menangkan Empat Gelar Liga
berturut-turut
Liga Spanyol adalah satu-satunya
gelar yang belum Cruyff berhasil menangkan.Dia telah berhasil memenangkan Piala
Winners (1989) dan Piala Spanyol (1990). Barca berusaha untuk meraih kesempatan
tersebut. Tidak hanya berusaha untuk memenangkan Liga - bahkan mengangkat piala
liga empat kali berturut-turut-. Tiga gelar yang terakhir ditentukan melalui
pertandingan terakhir musim. Sampai hari ini, salah satu peristiwa yang tidak
dapat terlupakna dari 'Dream Team' di mana para pemain menetap di lapangan dan
menunggu hasil pertandingan dari rival mereka.
1991. Tropi Pertama Barca di Liga Champions EHF
Tim Bola Tangan Barca yang
memenangkan gelar pertamanya di Liga Champions EHF pada waktu itu dibawah
manajemen Valero Rivera. Barcelona berhasil mengalahkan FK Proleter Zrenjanin
dengan sekor 20-17 sebelum membeludaknya massa di Palau. Kombinasi pemain
veteran seperti Rico, Sagalés dan Serrano, dan pemain muda bertalenta seperti
Masip, Urdangarín dan Barrufet, serta pemain terbaik di dunia Veselin Vujović, telah
membawa hasil seperti yang diinginkan. Dominasi Barca atas Eropa dimulai dari
sini, dengan membentuk sebuah tim yang menjadi salah satu favorit utama yang
akan memenangi gelar, tahun demi tahun.
1992. Barca-nya Cruyff memenangi Piala Eropa pertamanya
melalui gol legendaris di Wembley
Mimpi itu menjadi kenyataan pada
tanggal 20 Mei 1992 di Stadion Wembley London, ketika Barca mengalahkan
Sampdoria Genoa. Perjalanan sejarah FC Barcelona telah berubah untuk selamanya.
Instruksi terakhir dari Johan Cruyff yang diberikan kepada pemainnya sebelum
mereka melangkah ke lapangan adalah: "Pergilah keluar dan menikmatilah".
Pertandingan berlanjut hingga ke waktu ekstra setelah bermain imbang tanpa gol.
Pada menit ke-111, tendangan bebas brilian Ronald Koeman berhasil menghantarkan
kemenangan Piala Eropa pertama bagi Barca. Bersama 25.000 pendukung yang
menemani tim untuk bertarung di Wembley.
Sedangakan 1,000,000 orang lainnya turun di jalan-jalan Barcelona untuk
menyambut pulangnya Sang Juara Eropa.







0 komentar:
Posting Komentar