Sejarah FC Barcelona 1940 - 1949


1940-1949 Tahun Penuh Ujian

Setia kepada Identitas meskipun dalam keadaan sulit. Saat-saat terberat yang telah dialami oleh klub sepak bola FC Barcelona adalah pada awal tahun pasca-perang . Klub tidak akan hilang tanpa melakukan perlawanan. Sejalan dengan penindasan yang tanpa henti dan pembersihan oleh tentara dan otoritas pemerintahan, identitas organisasi ini telah berubah total.

Pembersihan juga mempengaruhi pemain, siapa pun yang telah pergi tur ke Meksiko dan Amerika Serikat diskors selama dua tahun. Banyak pemain diasingkan di luar negeri. Lambang dan nama klub pun dirubah karena itu tidak dianggap cukup Spanyol, dan presiden klubnya dengan sangat teliti dan hati-hati dipilih oleh otoritas olahraga.
Namun demikian pembentukan tim di tahun-tahun berikutnya terlihat lebih menjanjikan untuk dapat meraih gelar kemenangan pada tahun 1950 an. Bagi banyak orang, melihat pertandingan Barca di Les Corts yang dianggap mewakili sebuah oasis kebebasan setelah selama tahun-tahun hidup dalam rasa takut, penderitaan dan penindasan.
1939. Akhir Perang Sipil: dimulai hanya dengan 2.500 anggota

Setelah perang, FC Barcelona mengalami masa-masa mengerikan muali dari kesulitan sosial, ekonomi dan olahraga. Tim tidak memiliki cukup pemain dan bom telah menghancurkan markas klub. Sudah waktunya untuk memulai sesuatu yang baru. Penguasa diktator politik yang baru tidak mempercayai Barca dan melihatnya sebagai sebuah organisasi yang bertekad dan berusaha untuk menghidupkan Republik dan nasionalisme Catalan.
Stadion Les Corts secara resmi dibuka kembali untuk mengadakan pertandingan pada tanggal 29 Juni 1939. Pertandingan itu dipimpin oleh pihak berbagai militer dan sipil yang berwenang. Pidato yang diberikan menyatakan bahwa klub akan berhenti untuk menjadi kendaraan untuk sentimen anti-Spanyol dan akan menjadi ikon olahraga Spanyol, di bawah rezim yang baru.
1943. Kedatangan César

Setelah pergolakan perang sudah teratasi, tim ini diperkuat dengan pemain yang datang untuk mendefinisikan bahwa saat itu adalah era sepakbola, mereka adalah César Rodríguez dan Mariano Martín. César adalah salah satu pencetak gol terbesar Barca yang pernah ada. Dia memainkan 433 pertandingan resmi dan mencetak 294 gol. Dia menjadi terkenal karena gol-golnya yang berasal dari sudut, yang ia sering mencetak gol dengan diving header.
Pemain lain memberikan pengaruh atas kesuksesan tim, seperti Basora yang merupakan salah satu pemain sayap terbaik yang pernah dimiliki Barca dan Ramallets, dia adalah salah satu kiper paling berbakat dalam sejarah klub.
1944. Kembalinya Samitier sebagai Manajer dan Kemenangan di Liga Spanyol 1944-45

Pada tahun 1944 Josep Samitier menjadi manajer tim Barca. Josep Samitier telah berkontribusi kepada Barca tidak hanya terbatas kepada kinerja yang luar biasa saat menjadi pemain. Pada tahap 1944, ia telah mulai tahap penting sebagai manajer tim. Dengan Samitier yang bertanggung jawab menangani tim, FC Barcelona berhasil memenangkan Liga Spanyol 1944-45, di mana klub tidak memenangkan gelar ini sejak 1929.
1949. Gelar Eropa Pertama dan Piala Latin

Pada musim 1948-49 Barca mampu memenangkan Piala Latin (sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA) dan manjuarai kejuaraan yang merupakan pelopor dari Piala Eropa. Pada Piala Eropa tersebut, tim-tim finalis yang berasal dari Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol bermain di dalamnya. Tim yang berpartisipasi adalah Stade de Reims, Torino dan Sporting Clube de Portugal. FC Barcelona mengalahkan Sporting pada patai final dengan sekor 2-1.
1949. The 50th Anniversary

Peringatan 50 tahun klub bersamaan dengan masa keemasan klub dan kesadaran klub yang telah pulih dari akibat Perang Saudara. Pada saat itu, FC Barcelona mengalami masa-masa pertumbuhan dan memiliki anggota berjumlah 24.893. Yayasan klub memperingatinya dengan menyelenggarakan serangkaian acara dan turnamen sepak bola tiga arah, antara Barca, Boldklub dari Denmark dan Palmeiras dari Brasil. Barca memenangi turnamen tersebut. Mengambil manfaat secara penuh dari perayaan ulang tahun tersebut, klub menggunakan kembali empat garis bendera Catalan yang sebelumnya bendera tersebut telah dipaksa untuk tidak dikenakan di atas lengan. Ini adalah demonstrasi yang jelas dari keinginan klub untuk memulihkan identitasnya, meskipun di dalam berbagai keterbatasan yang timbul dari keadaan yang ada.
Para pemilih dan pengikut Barca yang berjumlah besar ikut hadir pada acara perayaan yang berlangsung di Les Corts, hal ini semakin mempertegas bahwa klub sudah telah memiliki Stadion sepakbola yang megah dan legendaris.
1947. Enrique Fernández sebagai Manajer dengan dua  Gelar Liga Spanyol berturut-turut dan Piala Latin

Enrique Fernández menjadi manajer tim selama tiga musim. Dia Enrique Fernández berasal dari Uruguay, dan dia telah bermain untuk Barca sebelum perang, mengelola tim selama tiga musim dan mempersembahkan dua gelar Liga Spanyol berturut-turut. Fernández menggunakan taktik yang didasarkan pada pola serangan, di mana hal tersebut sangat disukai oleh penggemar Barca.

0 komentar:

Posting Komentar

More

Whats Hot

Followers

About

Contact us