Besar peran
Pep Guardiola dalam mengolah timnya menjadi tim yang mempunyai bentuk permainan
terbaik, tim yang mampu bermain menyerang, menguasai bola dengan sempurna,
mengatur ritme permainan dengan baik, dan mampu mengeluarkan seluruh potensi
yang dimiliki setiap individu di dalam tim. Bagaimana tidak permainan Barca
mampu menyihir dan menghibur para penikmat sepak bola, tidak ada yang menolak
untuk mengatakan bahwa permainan Barca adalah permainan sepak bola indah,
berseni, eksotik, efektif dan efisien. Bagi setiap tim yang bermain melawan
Barca, 90 menit berada di lapangan amatlah menyiksa, mereka dipaksa untuk lebih
banyak mengejar bayangan para pemain Barca, bahkan tidak jarang ada sebagian dari
mereka yang frustasi sehingga lebih memilih melakukan pelanggaran berat
terhadap para pemain Barca sehingga mereka di keluarkan dari lapangan permainan
untuk mengakhiri siksaan yang mereka alami.
Banyak sekali faktor
yang menyebabkan Pep Guardiola mampu meraih banyak sukses bersama timnya yang
sekarang ini, dia memiliki deretan pemain berkualitas yang sesuai dengan tipe
ataupun model permainan yang dia inginkan, mulai dari kiper Valdes yang mampu
menjadi Skiper yang handal dalam menghalau setiap serangan balik lawan, karena
model permainan Barca memaksa musuh harus dapat memainkan serangan balik yang
cepat dan efisien melalui sprint dan operan jauh ke depan, selain itu dia
memiliki kematangan dan ketenangan dalam menghadapi berbagai tekanan dan situasi
yang krusial serta berani dalam melakukan operan-operan pendek dengan kaki
untuk menyusun serangan dari bawah. Barisan pertahan yang solid dan disiplin
sangat membantu dalam menyukseskan kerja Valdes, lihat saja bagaimana rapinya
pertahanan yang digalang Alves, Puyol, Pique, Maxwel, Adriano, dan Abidal,
mereka mampu dengan cepat membaca arah operan lawan, artinya mereka pintar
menutup bola-bola daerah. Mereka juga mampu duel satu lawan satu dengan striker
lawan, ditambah lagi dengan skill yang mumpuni dalam mengolah bola layaknya
seorang gelandang handal. Kemampuan menyerang mereka juga tak kalah hebat dari
para striker Barca, kita sering menyaksikan mereka naik untuk membantu
menciptakan gol .
Lini tengah
yang diisi para gelandang elegan adalah inti dan nyawa dari permainan Barca, di
sana bercokol nama-nama besar semisal Iniesta, Xavi, Fabregas, Busquet, Kieta, dan
beberapa bintang muda yang siap bersinar Alcantara, Afelay dan Cuenca. Mereka
seolah mengetahui bagaimana membuat lawan kehilangan pandangan mereka terhadap
bola, dengan kemampuan mengumpan yang akurat dan keeping bola yang handal,
mereka juga dianugrahi kemampuan untuk melakukan umpan terobosan yang mampu
membelah pertahanan lawan dengan gerakan yang sangat indah sehingga mempermudah
para striker dalam menciptakan peluang. Dalam formasi yang ada ini, peran
gelandang sangat krusial karena mereka dituntut untuk mampu melakukan truning
posisi dengan cepat dan melihat lapangan dengan lebih luas, sehingga mereka
dapat menjaga kestabilan dan keseimbangan tim dalam menyerang dan bertahan.
Pastaslah
kemudian jika Messi, Villa, Pedro, dan Alexis yang didaulat menjadi penyelesai
akhir dari setiap skema permainan yang dibangun, selain memiliki tendangan yang
akurat, kecepatan yang tinggi dan skill olah bola yang mantap mereka juga tidak
segan untuk turun membantu pertahanan dan kembali untuk naik menyerang dengan
sangat disiplin. Khusus untuk Messi, dia adalah satu-satu pemain yang membuat
para gelandang bertahan dan bek harus bekerja ekstra keras. Saya anggap Messi
adalah faktor X dari setiap kemenangan Barca, bagaimanapun juga Barca
terus-menerus bermain dengan pola yang sama selama tiga tahun dan ini
memudahkan tim-tim lawan dalam membaca pola dan arah permainan Barca, dengan
hadirnya Messi di lapangan tidak jarang dialah Sang Destroyer dari
setiap skema anti Barca yang diterapkan lawan. Sampai saat ini, sangatlah beruntung
Pep karena inovasi yang dilakukannya terhadap formasi permainan Barca mulai
berjalan sesuai dengan yang dia inginkan, sehingga Barca menjadi semakin sulit
untuk dibaca, ditebak, dan dikalahkan.
Sang Menejer
Pep Guardiola tentunya juga memiliki banyak trik dan kemampuan yang memadai
untuk tetap memompa semangat tim. Sebagai salah satu pemain Legenda Barca yang
barmain sebagai gelandang maka tidak salah jika dia meletakkan para
gelandangnya sebagai motor tim, dia juga mengetahui apa saja yang dibutuhkan
tim untuk mampu menjadi juara karena dia adalah seorang juara, seperti harus
adanya keharmonisan, kekeluargaan, solidaritas, dan menghindari
kontroversi-kontroversi yang dapat memecah konsentrasi tim. Sebagai seorang
pemimpin dia memiliki keberanian yang tinggi, dengan berani dia tidak memasukkan Deco, Ronaldinho, Eto’o, dan Ibra dalam
rencana timnya. Menurut pendapat saya ‘mereka mungkin dinilai Pep sudah merasa menjadi
super star yang hebat, dan itu adalah penyakit bagi setiap orang yang ingin maju, sehingga dianggap oleh Pep menjadi sangat sulit untuk mau menerima
masukan darinya ketika berada di dalam sesi
latihan. Semua yang diinstruksikan pelatih harusnya dapat direalisakikan oleh para pemainnya, karena hal tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan peforma permainan (hanya prediksi saya)’, karena event the best can be improve. Sebagai mana yang kita lihat Pep selalu
mengatakan kepada timnya untuk selalu meningkatkan kesempurnaan permainan, dengan
cepat mengalirkan bola dan bermain dengan visi tim. Inilah yang membuat dia
mampu membuat para pemain dapat menerapkan pola-pola permainan yang
dikendakinya.
Faktor La
Masia juga sangat membantu Pep, bagaimana tidak, sebagian besar dari pemain
Barca adalah anak-anak La Masia, rasa memiliki mereka terhadap Barca sangat
tinggi, mereka bermain untuk mempertahankan kehormatan Barca sehingga mampu
tampil lebih dari 100 persen di setiap pertandingannya. Jika Fergie pernah
berkata “kita hanya membutuhkan 3 orang yang bermain 200 persen dalam sebuah
pertandingan untuk menang”. Maka Barca memiliki 5-7 orang yang siap bermain 200
persen di lapangan. Semua pencapaian ini merupakan buah perjuangan klub
yang panjang, dengan selalu berusah menanamkan nilai-nilai dan filsafat Barca kedalam
permainan. Jika klub tetap menjaga system yang ada untuk melestarikan
nilai-nilai dan filsafat tersebut, bukan tidak mungkin generasi emas seperi Barca era
Pep Guardiola ini akan selalu muncul dan muncul, walaupun tidak untuk selalu
memenangi semua gelar yang ada. Karena kesempurnaan hanyalah milik Nya semata.
0 komentar:
Posting Komentar