1969-1978. Cruyff dan Demokrasi El Barça, més que un club
Pada tahun 1969, Agusti Montal Costa
memenangkan pemilu dan menjadi presiden Klub. Programnya adalah mengusahakan
keterlibatan para anggota dan berkomitmen terhadap sebuah gagasan di mana semua
anggota bisa melihat pendapat mereka tercermin melalui suara mereka. Pada tahun
1973, Montal kembali terpilih sebagai presiden; slogannya dalam pemilihan
adalah "Barca lebih dari sebuah klub". Selama masa kepresidenannya,
Montal sangat rajin membela pemulihan Catalanism dan dengan tegas menentang
sentralisasi dalam sepak bola, seperti yang dilakukan oleh Federasi Sepakbola
Spanyol dan Delegasi Olahraga Nasional. Pengaruhnya membawa Futbol Club
Barcelona mulai mengembalikan simbolnya, dimulai dengan nama organisasi yang
dahulu telah diubah menjadi terdengar lebih Spanyol setelah Perang Sipil.
Merebaknya korupsi yang berhubungan
dengan oriondos (pemain asing yang dipalsukan akte kelahirannya dalam rangka
untuk mengklaim dia adalah keturunan Spanyol dan diakui sebagai pesebak bola
Spanyol) ini berarti bahwa kesempatan untuk merekrut pemain asing menjadi
sangat mungkin. Mimpi Barca untuk mendatangkan Johan Cruyff mulai terlihat
menjadi kenyataan.
Kemenangan yang diraih cabang Roller
Hockey mulai menaikan popularitas Barceloan. Hoki adalah cabang olah raga
profesional yang telah memenangkan banyak gelar nasional dan internasional
untuk Klub.
1973. Liga Champions Pertama Hockey Rink
Era keemasan Barca dari cabang Roller
Hoki dimulai dengan masuknya pelatih asal Catalan, Josep Lorente, pada tahun
1972. Pada Musim 1972-73 mampu meraih gelar juara dengan tim yang terdiri dari
Villacorta, Pons, Vila, Brasal, Chércoles dan Centell di Liga Champions pertama
Hockey Rink melawan Sporting Lisboa, di dalam dua pertandingan partai final.
1973. Bergabungnya Johan Cruyff
Untuk benar-benar mengakhiri semua
nasib buruk dan masa suram klub, dibutuhkan seorang pemain bintang yang dapat
membangkitkan semangat dan optimisme di kalangan fans Barca.Maka terpilihlah
Johan Cruyff, seorang penyerah asal Belanda yang telah memenangi seluruh
kejuaraan Eropa bersama AFC Ajax Amsterdam.
Pada tanggal 13 Agustus 1973, Cruyff
bergabung bersama Barca. Dia menjadi pemimpin dari sebuah tim yang berbakat,
dimanajeri oleh Rinus Michels, yang kemudian mampu membawa kembali Camp Nou
kepada masa kejayaannya . Cruyff menunjukkan gaya bermain yang cerdas dan
teknik luar biasa. Bintang Belanda yang telah mengukir sejarah di dalam
beberapa momen yang tak terlupakan, salah satunya adalah golnya yang
mengesankan ketika melawan Atlético Madrid. Cruyff terbang ke udara untuk
mencegat bola upan dari Rexach dan mengalahkan kiper Reina.
1974. Barca Menang Liga Spanyol, dan pada 17 Februari 1974,
Barca menang 0-5 di Bernabéu.
Tim ini mulai mendaki klasemen liga lagi dan kemenangan Barca
mulai terbangun. Barca memenangi Liga Spanyol setelah mengalahkan Sporting
Gijón dengan sekor 2-4. Masih tersisa lima pertandingan lagi hari pergi, tapi
Liga sudah dimenangkan, setelah empat belas tahun yang membuat frustrasi.
Pendakian klasemen liga yang
melelahkan bagai tim berakhir selama musim 1973-1974, termasuk di dalamnya
sebuah pertandingan yang spektakuler, di mana tim berjuang untuk menang di
stadion Santiago Bernabeu, pada 17 Februari 1974. Barca tampil menyerang di
atas lapangan, yang berakhir dengan kemenangan yang legendaris dengan sekor
0-5. Tim dengan banyak bintang di line-upnya mulai dari Mora, Rife, Costas, De
la Cruz, Torres, Juan Carlos, Rexach, Asensi, Cruyff, Sotil dan Marcial.
1974. Ulang Tahun ke-75 dan Debut Cant del Barca.
Ulang tahun ke-75 klub adalah sebuah
peristiwa besar dan sebagai buah dari besarnya jumlah pendukung klub dan
suasana kegembiraan yang menyelimuti olahraga, menyusul kemenangan tim di Liga.
Diadakannya peringatan ini digunakan untuk merayakan segala sesuatu yang sangat
berarti bagi Barça dan melibatkan partisipasi dari tokoh-tokoh yang mewakili
segala aspek dinamis dari masyarakat Catalan. Joan Miró, Salvador Dali, Antoni
Tàpies, Joan Fuster, Pere Calders dan Tísner semua berkontribusi dalam menghasilkan
sebuah karya seni atau sastra.
Dipersembahkan untuk ulang tahun
ke-75 klub, Josep M. Espinas dan Jaume picas menulis lirik lagu dan Manuel Valls yang mengaransement musiknya.
Ini kemudian menjadi lagu resmi klub, bernama "Cant del Barca".
1975. Lautan Senyeres (Bendera Catalan) di Nou Camp
Musim 1975-76 bersamaan dengan
terjadinya pergolakan politik di dalam rezim Francisco Franco. Pada tanggal 28
Desember 1975, dilangsungkan pertandingan Barca-Madrid, selama itu pula
dibentangkan Senyeres besar yang terlihat untuk pertama kalinya di Camp Nou.
Penonton telah menyelundupkan bendera tersebut secara diam-diam. Itu hanya satu
bulan setelah kematian Franco.
Pertandingan itu disiarkan di
televise dan terlihat jelas di dalamnya ribuan Senyeres melambai-lambai di
seluruh Stadion sehingga membuat dampak yang besar. Barca memenangkan
pertandingan, dengan gol Rexach di menit-menit terakhir, hal itu membuat
kemenangan ini lebih gemilang.
1969-1977. Barca dan Catalonia, Era Montal
Selama kepresidenan Agusti Montal i
Costa, FC Barcelona menerapkan kebijakan untuk Klub guna memperkuat
identitasnya Catalannya meskipun ada batas-batas yang diberlakukan oleh
diktator Francisco Franco. Pada tahun 1972, bahasa Katalan sekali lagi
diperdengarkan melalui pengeras suara di Nou Camp dan buletin Klub mulai
menggunakan Bahasa Katalan. Pada tahun 1973, Club kembali menggunakan nama
aslinya: Futbol Club Barcelona. Selama akhir musim kepresidenan Montal itu,
Barca menyatakan dukungannya dalam mendukung pembentukan kembali pemerintah
Catalan.







0 komentar:
Posting Komentar