Sejarah FC Barcelona 1978 - 1988


1978-1988 Lebih Banyak Anggota dan Pemain Bintang 

Kegigihan FC Barcelona untuk menjadi Klub terbesar di Dunia. Kemenangan yang luar biasa terjadi di Basel Mei 1979, ketika itu Barca memenangi Piala European Cup Winners untuk pertama kalinya. FC Barcelona kembali ke jajaran peringkat atas klub besar dunia. Itu adalah kemenangan pertama selama presiden Josep Lluís Núñez memimpin.

Selama tahun 1980 an, FC Barcelona mengalami pasang surut prestasi, hal ini sangat dipengaruhi oleh hasil pertandingan, performa yang ditunjukan pemain bintang dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan olahraga.
Dekade ini kita meliahat kedatangan pemain-pemain fantastis, antara lain Quini, Maradona, Schuster, Alexanco, Julio Alberto, Urruti, Marcos ... - dan serangkaian manajer tim dengan pandangan yang sangat berbeda tentang sepak bola - seperti Helenio Herrera, Lattek, Menotti, Venables ... Pada periode ini juga mulai bermunculan kontrak pemain yang bernilai jutaan dan hak televisi yang juga mulai mempengaruhi kondisi keuangan klub. Organisasi ini tumbuh besar dengan dilakukannya perluasan Stadion Nou Camp dan kenaikan yang spektakuler di jumlah keanggotaan, yang menunjukkan angaka peningkatan lebih dari seratus ribu anggota.
1978. Sebuah Era Baru bersama Presiden Josep Lluís Núñez

Akhir kediktatoran Francisco Franco dan fase di mana negara di dalam suasana transisi politik yang memungkinkan klub untuk kembali menuju demokrasi. Pada tanggal 6 Mei 1978, diselenggarakanlah pemilu pertama di dalam periode demokrasi yang baru. Semua anggota dapat memilih presiden mereka secara bebas. Josep Lluís Núñez terpilih, dengan slogan kampanyenya "Mari kita membuka Barca". Núñez berusaha keras pada merealisasikan tujuannya yaitu untuk membuat klub lebih mudah diakses oleh anggotanya, dan kebutuhan untuk membereskan situasi keuangan kub.
1979. Barca memenangi Piala European Cup Winners yang pertama.

Lautan biru dan merah di partai final yang digelar di Basel. Pada tanggal 16 Mei 1979, Barca memenangkan Piala Winners melawan Fortuna Düsseldorf (4-3), dalam pertandingan yang melegenda tersebut yang harus dilangsungkan hingga waktu ekstra.
Grup yang mengagumkan dari beberapa pendukung Barcelona yang berjumlah sekitar 30.000 orang, di mana mereka menemani tim dalam kemenangan tersebut; membawa Senyeres dan bendera biru dan merah mereka melintasi Eropa. Kemenangan atas gelar Eropa yang ditunggu-tunggu dan dirayakan pada sebuah perayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di jalan-jalan di Barcelona dan di kota-kota Catalan lainnya. Para juara menerima sambutan yang sensasional, dua pemain diberikan sambutan yang sangat luar biasa: Johan Neeskens yang dengan terpaksa harus meninggalkan tim dan Migueli yang tetap bermain di final walau dengan patah tulang selangka yang dideritanya.
1981. Penculikan Quini.

Pada tanggal 1 Maret 1981, striker terbaik tim Enrique Castro "Quini", diculik di pintu depan rumahnya sendiri. Dia disekap selama 25 hari, selama waktu itu pulalah para anggota tim saling menguat satu dengan yang lainnya.
Penculikan Quini telah memberikan dampak emosional yang sangat besar pada tim. Ditinggalkan tanpa striker, tim berjibaku untuk terus bermain di Liga, namun harus kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar. Pendukung Barca melakukan demonstrasi massal untuk membebaskan Quini, yang akhirnya muncul pada 25 Maret.
1982. Bergabungnya Maradona

Salah satu transaksi yang paling rumit dan mahal yang dilakukan oleh FC Barcelona adalah masuknya Diego Armando Maradona, pada musim panas 1982.
Maradona dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia pada waktu itu. Maradona, yang dikenal sebagai 'El Pelusa', adalah seorang maestro yang tak terlupakan di dalam bergerak dan membuat gol. Penyerang asal Argentina ini adalah anak ajaib, dengan magis kaki kirinya, dia mampu merubah ritme, kecepatan dan dribbling.
Namun, waktunya bersama Barca dirusak oleh nasib buruk. Dalam dua tahun ia menderita hepatitis dan cedera serius. Kemalangan ini membuat para penggemar tidak bisa menikmati bakatnya yang luar biasa yang tidak dapat diganggu gugat.
1982. Barca Menang Piala  European Cup Winners keduanya di Nou Camp

Barca kehilangan gelar Liga Spanyol diakhir musim 1981-82, meskipun kemenangan itu sepertinya sudah tampak dekat. Tim Lattek ini juga telah tersingkir dari Piala Spanyol sebelum perempatfinal. Meskipun demikian, euforia kembali ke Stadion dalam bentuk kemenangan di European Cup Winners. Pada tanggal 12 Mei 1982 Barca meraih gelar Piala Winners keduanya di dalam final yang dimainkan di Nou Camp melawan Standard Liège (2-1), dengan gol dari Simonsen dan Quini.
1985. "Urruti, aku mencintaimu": Gelar Liga Spanyol yang telah ditunggu-tunggu.

Pada tanggal 24 Maret 1985, Barca mengamankan gelar Liga dengan menyisakan empat pertandingan yang harus dimainkan, melalui kemenangan di Valladolid (1-2)
Sebuah penalti dijatuhkan kepada Barca di menit 88 bisa saja menunda tim dari memenangkan gelar. Urruti berhasil menangkap tembakan 'magis' González, dan Barca menjadi juara Liga untuk pertama kalinya dalam kurun sebelas tahun penantiannya. Kiper Basque tersebut telah mengukir sejarah kub.
Pertandingan yang disiarkan di Radio Catalunya, dengan komentator dari Joaquim Maria Puyal. Setelah melihat penyelamatan sang kiper, ia berulang kali berteriak "Urruti, aku mencintaimu". Kata-kata ini  menandai momen puncak dari Liga bahwa Barça sangat ingin menang.

0 komentar:

Posting Komentar

More

Whats Hot

Followers

About

Contact us