Sejarah FC Barcelona 1961 - 1969


1961-1969 Dimensi Sosial Baru

Menjadi lebih besar sebagai sebuah Club, tetapi tidak diimbangi sukses di dalam bidan olah raga. Selama tahun 1960 an, FC Barcelona melihat adanya peningkatan yang tanpa henti dalam hal jumlah keanggotaan. Sangat paradoks, karena hal ini tidak berjalan seiring dengan kesuksesan di bidang olahraga. Pada saat yang sama, Catalonia dibanjiri migran dalam jumlah yang sangat besar dan itu dalam konteks ini berarti bahwa Barça menjadi suatu mekanisme yang penting untuk melakukan integrasi masyarakat Catalan. Keberhasilan olahraga yang tidak berkesinambungan dan dilakukannya penghematan ekonomi dalam rangka pembangunan Camp Nou, membuat Club tidak dapat mendatangakan pemain besar, ini tercermin di dalam hasil yang Barca peroleh.

Pembangunan Sosial yang Signifikan, Peran Club dalam Integrasi

Selama tahun 1960, penduduk Catalonia tumbuh hingga lebih dari 1.200.000 penduduk. Hal ini terutama disebabkan oleh gelombang migrasi dari selatan Spanyol. Banyak orang tertarik untuk datang ke Barca karena semangat demokrasi yang dimilikinya, kesadaran kelas antar dan sikap anti sentralisnya yang jelas terlihat.
Identifikasi Barca sebagai Catalonia tidak lagi terbatas pada anggota dan penggemar lahir di dalam prinsip tersebut. Barca mengkonsolidasikan perannya sebagai katalis di dalam proses integrasi sosial. Hal ini juga telah terjadi sebelumnya yaitu di tahun 1920-an ketika orang-orang dari Valencia, Murcia, dan Aragon bermigrasi ke Catalonia dan itu akan terjadi lagi pada akhir abad ke-20 ketika para imigran akan datang dari berbagai benua lainnya.
Booming televisi tahun 1960-an.

Pada tahun 1960, sepak bola telah disiarkan di televisi untuk pertama kalinya. Siaran televisi biasa telah dimulai di Catalonia pada tahun 1959. Karena televisi sangat mahal, Barca pertama pertandingan disiarkan di televisi yang ditonton oleh kerumunan orang berdiri di luar toko yang menjual televisi, atau di bar dan restoran di seluruh Catalonia.
Selamat tinggal Generasi Emas

"Kutukan dari tiang gawang persegi" di Berne terbukti sangat menentukan dalam kegagalan Barca untuk memenangkan Final Piala Eropa 1961, ini menandai awal suatu periode sejarah kegagalan olah raga klub.
Periode Lima Piala dan era Helenio Herrera degan jelas telah tiba pada masa berakhirnya. Pada akhir musim, kepergian László Kubala yang membuat hal tersebut bahkan semakin lebih jelas bahwa era keemasan Barca telah berakhir. Antoni Ramallets, kiper terbaik ikut meninggalkan klub, diikuti oleh Tejada dan Czibor. Merupakan bukti yang lebih lanjut dari penurunan kekuatan Barca. Ketika Segarra pergi di akhir musim 1964-65, ini menandai akhir dari generasi emas Barca.
1968. Motto "Lebih dari Club"

Presiden Barca Narcis de Carreras menyatakan "Barcelona lebih dari sebuah klub sepak bola". Pada penyambutan Presiden Barca Narcis de Carreras, selama pidato penerimaannya pada tanggal 17 Januari 1968, dia menyatakan "Barcelona lebih dari sebuah klub sepak bola". Beberapa waktu kemudian, hal ini berubah menjadi motto klub "Barca adalah lebih dari sebuah klub".
Lluís anaknya ingat bahwa ayahnya mempunyai salinan berupa tulisan dari pidatonya - sesuatu yang biasanya tidak lakukan - dan pepatah yang terkenal ini ternyata telah ditulis dengan sungguh-sungguh. Bagaimanapun juga tidak dapat dibayangkan bahwa perkataan tersebut dapat memiliki dampak yang masih terasa sampai saat ini, jelas bahwa dia menyadari bahwa kalimat tersebut merupakan sesuatu yang istimewa.
1968. Kematian Julio César Benítez

Kematian mendadak dari pesepakbola Julio Cesar Benítez yang baru berusia 27 tahun, pada tanggal 6 April 1968 merupakan salah satu hari yang paling menyedihkan yang pernah ada bagi para penggemar Barca. Kematiannya merupakan pukulan keras bagi kedua rekan setimnya dan fans, pada saat Barca tidak memiliki performa yang baik.
Itu terjadi pada hari sebelum digelarnya pertandingan Barca-Madrid yang kemudian dibatalkan. Ribuan orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Benítez di pembaringannya di Nou Camp. Pelayat yang hadir termasuk para penggemar Barca serta pendukung tim lainnya.
1968. The “Bottle Final” Barca memenangkan Piala Spanyol di Bernabéu di tengah-tengah suasana yang tegang. 

Final Piala Spanyol yang berlangsung di Santiago Bernabeu melawan Real Madrid, telah menjadi sejarah yang dikenal sebagai “the bottle final”. Nama ini muncul karena sebuah insiden yang terjadi hanya beberapa menit menjelang akhir pertandingan, ketika penonton melemparkan botol kaca pada pemain Barca. Meskipun suasana permusuhan, Barca mengalahkan Madrid 0-1 dalam kemenangan yang heroik.

0 komentar:

Posting Komentar

More

Whats Hot

Followers

About

Contact us